Desaku

Senin, 14 Desember 2015
Posted by rizozii
Sidorejo adalah sebuah desa yang berada di kabupaten Magetan, sebelah timur gunung lawu. Jika kamu pergi ke gunung lawu melewati jalur dari arah Magetan, maka kamu akan melewati desa ini. Di desa inilah aku tinggal dari kecil.
(Suasana pagi hari di desa Sidorejo)

Karena berada di  lereng gunung, desa ini tanahnya sangat subur. Sehingga mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Jika kamu berkunjung ke desa Sidorejo, kamu dapat melihat hamparan sawah yang sangat luas.
Berikut beberapa foto dari desaku :
(Pemandangan persawahan di desaku)
(Suasana jalanan di desaku)

(Perkebunan di samping rumahku)

Sekian dulu post kali ini, terima kasih telah membaca!




Pengalaman Bersekolah di SMPN 1 Magetan

Sabtu, 12 Desember 2015
Posted by rizozii

Hola.. kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalaman saat bersekolah di SMP Negeri 1 Magetan. SMPN 1 Magetan atau biasa disingkat SNESMA merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Magetan. Berlokasi di Jl Kartini no 4, SNESMA berada di kawasan pusat kota, tepatnya arah selatan dari alun-alun Magetan. Di sekolah inilah selama kurang lebih dua setengah tahun aku menuntut ilmu. Yap, sekarang aku masih bersekolah disini, menjadi siswa kelas 9, yang sekarang tengah menghadapi ujian akhir semester 2.
Aku dan teman-teman seangkatanku merupakan generasi pertama di Kabupaten Magetan yang memakai kurikulum 2013 atau bisa disingkat K13. Sebagai generasi pertama tentu aku menemui kesulitan, seperti tuntutan bahwa siswa harus lebih aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Karena bakat bawaan dari sekolah dasar dulu dimana aku hanya diam mendengarkan guru menerangkan, tentu K13 terasa berat.

Sebagai generasi pertama K13, aku memulai masa putih biru di kelas 7J. Pada awalnya memang sedikit canggung ketika akan berkomunikasi dengan teman baru yang memang ketika di sekolah dasar dulu berbeda sekolah. Namun, lama-kelamaan mulai terbiasa dengan teman dan suasana kelas yang baru. Banyak sekali pengalaman yang kudapatkan saat berada di kelas 7J. Mulai dari pernah hampir disuruh sumpah pocong hanya karena satu kelas tidak ada yang mau mengakui bahwa dirinya membuat sampah tisu lewat jendela (memang K13 berbasis sikap, jadi kami dituntut harus jujur), hingga pengalaman menjadi juara dalam lomba kebersihan kelas dengan predikat kelas terkotor :v, dan masih banyak lagi pengalaman lainnya. Namun, tak berselang lama aku harus naik ke kelas 8.
Tepat saat setelah ujian akhir semester 2 dan sedang menikmati masa liburan aku mendapat foto yang berisi daftar nama dari siswa dan siswi yang akan mengisi masing-masing ruangan kelas 8.  Ternyata aku akan mengisi ruangan dari kelas 8J. Sebagian dari nama-nama teman sekelas di 8J memang aku kenal, tapi ada sebagian yang aku belum kenal atau belum akrab. Tentu saja aku harus beradaptasi lagi dengan teman yang baru. Namun, karena sebagian sudah kenal, maka tidak perlu waktu lama aku dapat akrab dengan mereka. Menurutku, pada saat kelas 8 inilah yang paling bekesan dari pada yang lain. Dengan karakter siswa di kelas yang berbeda-beda, kami tetap bisa bekerja sama dengan baik. Walaupun sering ada adu mulut antar siswa, tetapi hal itu hanya sesaat dan tidak mengganggu kegiatan di kelas. Sebenarnya aku ingin menceritakan beberapa peristiwa, seperti pengerjaan patung “Legend” Lightning Bee (hanya beberapa orang beruntung yang tau), Study Tour ke Bali dan beberapa peristiwa lainnya. Namun, karena sekarang adalah masa Ujian Akhir Semester, maka aku harus lebih fokus belajar dan cerita ini harus kutunda dulu.. Namun, semua peristiwa itu dengan cepat berlalu. Tidak terasa aku sudah harus pindah kelas lagi.

Setelah naik ke kelas 9, aku menempati ruangan kelas 9J. Kali ini siswa dan siswi yang menempati masing-masing kelas sama seperti kelas 7 dulu. Tapi karena pada kelas 8 SNESMA menerima murid pindahan baru maka ada beberapa murid yang harus ”bergeser” kelasnya. Dari kelasku no absen 1 sampai 4 pindah ke kelas 8I dan kelasku menerima 4 orang penggantinya dari kelas 8K. Yaaa kelas 9 masih belum selesai jadi aku tidak dapat bercerita sekarang, tapi mungkin dilain waktu jika sedang tidak malas, aku akan kembali menuliskan kembali pengalamanku menjalani masa Putih Biru di SMP Negeri 1 Magetan. See You Next Time!
Hi..

Kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang Phonegraphy, yaitu cara membuat foto Light Paiting menggunakan aplikasi Camera FV-5 pada Android. Bahan yang diperlukan tentu saja aplikasi Camera FV-5 dan juga senter.

Menuju setingan aplikasi. Set pada opsi P/S



Pilih S dan akan muncul seperti berikut :



Bisa diatur waktu shutter 1 sec, 2 sec, 5 sec atau custom. tapi kali ini saya akan menggunaan 2 sec.

siapkan senter yang akan digunakan.

Pertama, carilah tempat yang nyaman. Pastikan anda meletakkan smartphone pada tempat yang tidak banyak getaran. Atau dapat juga menggunakan tripod jika diperlukan.

Muali foto dengan menggerak-gerakkan cahaya lampu senter maka hasilnya akan seperti ini :





Cara ini juga bisa digunakan untuk memotret kembang api dan objek lain. Usahakan jangan sampai ada getaran saat memotret.

Sekian post kali ini terima kasih telah membaca!! :)



Pengertian Komik, Kartun, Karikatur, dan Cergam

Minggu, 26 Oktober 2014
Posted by rizozii
Gambar sebagai salah satu bentuk komunikasi visual mengalami diferensiasi klasifikasi. Beberapa istilah yang dikenal untuk menyebut bentuk-bentuk seni gambar antara lain: komik, kartun, dan karikatur. Ketiga istilah tersebut sering tercampuradukkan satu sama lain. Kerancuan pengertian antara kartun, komik, dan karikatur timbul karena ketiga istilah tersebut sama-sama dipakai dalam bidang seni gambar dan belum memiliki batasan yang jelas dan masyarakat belum mempermasalahkan istilah-istilah tersebut secara teoritis.

Komik
(Contoh Komik)

Will Eisner dalam bukunya Graphic Storytelling (terbit tahun 1996) mendefinisikan komik sebagai tatanan gambar dan balon kata yang berurutan. Sebelumnya, di tahun 1989, dalam buku Comics and Sequential Art, Eisner mendefinisikan sebagai “Susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi ide.” 

Sedangkan Scott McCloud mendefinisikannya  dengan pengertian sebagai berikut, “Komik adalah gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang terjukstaposisi dalam urutan tertentu, bertujuan untuk memberikan informasi dan atau mencapai tanggapan estetis dari pembaca.”

Tidak jauh berbeda dengan definisi McCloud, definisi komik seperti dikutip dari majalah BOBO adalah gambar yang disusun berurutan dan saling berhubungan.  Komik bisa dibuat dalam satu kotak atau lebih. Komik yang dibuat lebih dari satu kotak (panel, pen.) disebut komik strip. Ada juga yang dibuat bersambung dalam banyak kotak dan dibukukan, disebut buku komik.

Dengan demikian jika didefinisikan secara sederhana, komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, komik telah berkembang dan mulai merambah sektor teknologi. Mulai munculnya istilah komik web. Komik web adalah komik yang diterbitkan di situs Web (wikipedia). Komik web dapat dibandingkan dengan komik cetak yang diterbitkan sendiri di mana hampir semua orang dapat membuat komik daring mereka sendiri dan mempublikasikannya. Sekarang komik dapat lebih mudah diakses lewat smartphone. Terdapat beberapa aplikasi Web komik yang dapat digunakan mengakses komik-komik tersebut, misalnya LINE Webtoon, CIAYO Comics, dll.

Kartun

Istilah kartun menurut Sunarto berasal dari kata bahasa Inggris cartoon yang berarti kertas tebal yang digunakan untuk membuat sketsa rancangan dalam pembuatan  fresco (lukisan dinding). Pada tahun 1843, balaikota London mengadakan sayembara pembuatan cartoon untuk lukisan dinding gedungnya. Hasil karya para peserta dipamerkan di balaikota. Saat itu Majalah satir “Punch” memuat gambar sindir karya John Leech berjudul Cartoon No.1, memprotes gagasan Balaikota yang dianggap pemborosan. Punch merupakan majalah satir yang menjadi media kritik kebijakan pemerintah yang tidak sesuai aspirasi masyarakat. Sejak itu kata cartoon mulai dipakai untuk menyebut gambar sindir.

Secara sederhana, Sunarto mendefinisikan kartun sebagai “Gambar yang berisi kritikan, cerita jenaka, atau humor. Kartun biasa digambar dalam satu panel dengan atau tidak disertai kalimat penjelas (caption).

Salah satu fungsi yang dimiliki kartun adalah untuk menyindir. Hal ini bisa disamaartikan dengan mengkritik. Paradopo menyatakan, “Kritik dalam artinya yang paling tajam adalah penghakiman (judgement). Sebagai penghakiman, kritik merupakan hasil pertimbangan terhadap situasi yang terjadi. Kartun dapat menampilkan satir dari peristiwa aktual dan ejekan terhadap berbagai tingkah laku yang memasyarakat dan merupakan alat protes dalam bentuk banyolan. Bonneff secara luas mengungkapkan bahwa tokoh di dalam kartun yang sama dari hari ke hari, dari minggu ke minggu seringkali menjadi juru bicara kritik sosial atau sebaliknya, menjadi korban dari sebuah sistem. Di tengah banyolan, tokoh yang sangat dikenal itu membentuk ciri khas, berjuang dalam kehidupan sehari-hari yang penuh suka duka. Tokoh tersebut juga bergerak dalam lingkungan sehari-hari, punya kenalan, kerabat, dan kenalan—bergantung pada suasana yang ingin diciptakan kartunis.

Fungsi kritik tersebutlah yang menjadikan kartun sebagai salah satu modal media massa/pers dalam melakukan kritik terhadap situasi politik atau sosial yang sedang berkembang. Media massa/pers yang selain memiliki fungsi menyampaikan informasi, juga berfungsi sebagai media hiburan, media pendidikan, media propaganda, alat kontrol terhadap pemerintah atau jalannya pemerintahan—dirujuk dengan istilah ‘anjing penjaga’ (watch dog)—dan juga sebagai alat dokumenter sejarah kehidupan masyarakat tertentu secara sinkronis. Dalam menjalankan fungsinya, media massa tidak hanya memproduksi berita, tetapi juga editorial, foto, iklan, dan lain sebagainya termasuk kartun.

Berdasarkan sasaran kritik, Hidayat menggolongkan kartun menjadi tiga jenis, yaitu:

1) kartun politis, merupakan kartun yang mengangkat permasalahan politik yang sedang terjadi. Kartun jenis ini biasa terdapat di media massa, digunakan untuk menyampaikan pandangan politis suatu media;
2) kartun sosial, merupakan kartun yang mengangkat permasalahan sosial yang terjadi.
3) kartun moral, merupakan kartun yang digunakan untuk mengungkapkan suatu nilai moral tertentu.

Adapun ragam kartun antara lain:
1) kartun murni (gags cartoon), kartun yang dimaksudkan sebagai gambar lucu untuk mengolok-olok tanpa bermaksud mengulas suatu permasalahan atau peristiwa aktual;
2) kartun animasi, kartun yang dapat bergerak atau hidup, yang terdiri dari susunan gambar yang direkam dan ditayangkan di televisi atau layar film, disebut juga film kartun;
3) kartun komik, kartun yang terdiri atas kotak-kotak (panel) yang menampilkan alur cerita;
4) kartun editorial (editorial cartoon), kartun yang  menitikberatkan misinya pada kritik dan yang merupakan visualisasi editorial/ tajuk rencana sebuah media cetak;
5) kartun politik (political cartoon), kartun yang  menitikberatkan sasarannya pada masalah-masalah politik.

Karikatur

Kata karikatur berasal dari bahasa Italia, caricature/caricatura yang berarti memuat, istilah ini diperkenalkan oleh Sir Thomas Browne di majalah Christian Morals pada tahun 1716. Setiawan mengemukakan, “Karikatur merupakan potret wajah yang diberi muatan lebih sehingga anatomi wajah tersebut terkesan distortif kerena mengalami deformasi bentuk, namun secara visual masih dapat dikenali bentuknya.” 
Sedangkan Sudarta menyatakan, “Karikatur merupakan deformasi berlebihan atas wajah seseorang, biasanya orang terkenal, dengan ‘mempercantiknya’ dengan penggambaran ciri khas lahiriahnya untuk tujuan mengejek.”

Secara sederhana, karikatur didefinisikan sebagai ilustrasi humor yang melebih-lebihkan atau menyimpang dari bentuk dasar dari manusia (biasanya selebritis atau politikus) atau sesuatu yang diidentikkan atau memungkinkan untuk diidentifikasi dengan kesamaan penggambaran. Karikatur jika sudah diberi beban pesan, kritik, dan sebagainya adalah bagian dari kartun opini. Dengan kata lain, karikatur yang membawa pesan kritik sosial, yang muncul di setiap penerbitan surat kabar adalah political cartoon atau editorial cartoon, yakni versi lain dari editorial, atau tajuk rencana dalam versi gambar humor.

Cergam

Cergam atau cerita bergambar adalah cerita yang menjadi inti dari ceritanya adalah narasinya, sedangkan gambar hanya sebagai ilustrasi pelengkap. Gambarnya hanya sebagai ilustrasi dari cerita yang ada dan tidak terjungtaposisi, tetapi hanya menceritakan salah satu adegan dalam sebuah cerita.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keempat istilah komik, kartun,  karikatur dan Cergam memiliki makna yang berbeda. Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa dalam beberapa panel sehingga membentuk jalinan cerita. Dan kartun adalah gambar yang berisi sindiran, kritikan, cerita jenaka, atau humor dan digambar dalam satu panel.  Karikatur adalah kartun yang mendeformasi bentuk lahiriah seseorang dengan tujuan tertentu. Sedangkan Cergam adalah gambar yang telah berfungsi sebagai illustrasi dalam suatu cerita

(Sumber : http:/mbokmenik.wordpress.com, Wikipedia,  dan gabungan dari blog lain)
Welcome to My Blog

- Copyright © BLOG TEKNOLOGI DAN SENI -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -